Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Kota Lubuk Linggau telah menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema Upaya Pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR) pada hari Senin, 22 September 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mengendalikan resistensi antimikroba yang semakin menjadi tantangan serius di bidang kesehatan masyarakat, peternakan, dan lingkungan.
Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh peserta lintas sektor dan lintas profesi, antara lain perwakilan dari Apoteker, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), Dinas Kesehatan Kota Lubuk Linggau, serta Dinas Pertanian Kota Lubuk Linggau. Keterlibatan berbagai sektor ini menjadi bentuk nyata pendekatan One Health System, yang menekankan pentingnya kolaborasi antar bidang kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan dalam menangani isu resistensi antimikroba.
Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Drs. Erwin Armeidi, M.Si, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi dan komitmen berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran AMR. Beliau juga menyampaikan materi terkait peran penting pemerintah daerah Kota Lubuk Linggau dalam upaya pengendalian AMR serta menekankan bahwa edukasi, pengawasan, serta penggunaan antibiotik secara bijak dan bertanggung jawab adalah kunci utama dalam menghadapi permasalahan ini.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Kepala Loka POM di Kota Lubuk Linggau Bp. Ronny Syafri, M.Si., Apt, staf Loka POM di Kota Lubuk Linggau Gitta Anggrila, S.Farm., Apt. dan Muhammad Ramadhon, S.Si yang membahas berbagai aspek terkait AMR, mulai dari konsep dasar resistensi antimikroba, data tren penggunaan antibiotik, kebijakan pengendalian AMR nasional, hingga peran masing-masing profesi dan sektor dalam mencegah peningkatan kasus resistensi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman serta kapasitas dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons ancaman resistensi antimikroba secara lebih terkoordinasi. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring kerja lintas sektor dalam mewujudkan pengendalian AMR yang terintegrasi dan berkelanjutan di wilayah Kota Lubuk Linggau.